KOMPAS.com - Pendidikan kewirausahaan di Tanah Air perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Bahkan, melalui pendidikan kewirausahaan tersebut pemerintah harus ikut campur tangan menciptakan wirausaha. Langkah ini mendesak dilakukan karena saat ini terdapat sekitar 12 juta lulusan sarjana S-1 yang menganggur.
”Jika yang 12 juta ini dibantu pemerintah untuk bisa menjadi wirausaha, pasti akan dahsyat dampaknya,” ujar CEO Garuda Food Group Sudhamek AWS dalam diskusi terbatas Forum Mangunwijaya VI tentang ”Pendidikan Kewirausahaan”, yang diselenggarakan harian Kompas bekerja sama dengan Dinamika Edukasi Dasar dan Keuskupan Agung Semarang, Sabtu (18/12/2010) di Balai Soedjatmoko, Solo, Jawa Tengah.
(Sumber : Kompas.com | Senin, 20 Desember 2010 | 10:48 WIB)
Analisa :
Dewasa ini, pendidkan enterpreneurship terasa begitu penting.. Melihat kondisi masyarakat terutama para lulusan yang setelah menamatkan pendidikannya sarjananya masih saja menganggur.. Kalo begitu, title S-1 itu apakah hanya dijadikan sebagai embel2 saja untuk memperpanjang nama? Hmm...?? Untungnya tidak sedikit juga dari para lulusan yang akhirnya menghabiskan separuh waktunya bekerja di perusahaan2.. Apalagi lulusan dari universitas ternama yang udah terpercaya menghasilkan lulusan2 terbaik.. Tapi pertanyaannya sampai kapan mereka mau bekerja untuk orang lain? Terpikirkah untuk memutar balik keadaan membuat orang lain bekerja pada kita? Sepertinya menarik...
Namun, menjadi seorang wirausaha tidaklah semudah yg kita bayangkan.. Banyak hal2 yg harus diperhatikan.. Tapi yang paling mendasar dan utama adalah keinginan dari dalam diri orang tersebut... Dorongan dalam diri kita bisa menjadi sebuah motivasi yg luar biasa untuk mengembangkan karir dan bisnis kita ke depan.. Selain itu, pengetahuan tentang dunia bisnis juga sangat penting.. Kita harus tahu tentang strategi manajemen yg baik, penguasaan pasar, jaringan usaha, serta kemampuan berkomunikasi yg baik..
Nah, kendala yg paling sering dihadapi adalah modal.. Banyak orang berkata tidak bisa membuka sebuah bisnis krn kurangnya modal.. Selain itu, para lulusan yg masih segar kebanyakan hanya diberikan pendidikan secara teori dan kurang memahami praktek yg sebenarnya di lapangan..
Lalu bagaimana solusinya?
Campur tangan pemerintah di sini pastinya akan sangat membantu sekali terutama bagi para lulusan yg baru meraih gelarnya itu.. Pemerintah bisa menerapkan pendidikan enterpreneurship itu sendiri di sekolah2 dan perguruan tinggi.. Dengan mengetahui dasar2 dari enterpreneurship, tentu saja sedikit banyak akan memberikan gambaran bagi para terdidik..
Setelah pendidikan dasar diberikan, pemerintah bisa mengajak para terdidik untuk melakukan praktek langsung di lapangan.. Misalnya dengan memberikan sejumlah anggaran untuk dijadikan modal untuk para terdidik membuka suatu usaha.. Dalam jangka waktu tertentu, uang tersebut harus dilipatgandakan menjadi beberpa kali.. Dan modal pertama yang dipinjamkan tersebut bisa dikembalikan lagi ke pihak pemerintah untuk diteruskan ke adik2 tingkat.. Dalam jangka waktu itu para terdidik juga bisa diminta untuk melaporkan data penjualan sehingga ada pemantauan secara berkala.. Nah, setelah periode pelatihan tsb berakhir, para terdidik sudah bisa melanjutkan dan mengembangkan bisnisnya tsb bukan?? Marilah berharap kampus kita tercinta bisa menerapkannya.. ^^
(Sumber : Kompas.com | Senin, 20 Desember 2010 | 10:48 WIB)
Analisa :
Dewasa ini, pendidkan enterpreneurship terasa begitu penting.. Melihat kondisi masyarakat terutama para lulusan yang setelah menamatkan pendidikannya sarjananya masih saja menganggur.. Kalo begitu, title S-1 itu apakah hanya dijadikan sebagai embel2 saja untuk memperpanjang nama? Hmm...?? Untungnya tidak sedikit juga dari para lulusan yang akhirnya menghabiskan separuh waktunya bekerja di perusahaan2.. Apalagi lulusan dari universitas ternama yang udah terpercaya menghasilkan lulusan2 terbaik.. Tapi pertanyaannya sampai kapan mereka mau bekerja untuk orang lain? Terpikirkah untuk memutar balik keadaan membuat orang lain bekerja pada kita? Sepertinya menarik...
Namun, menjadi seorang wirausaha tidaklah semudah yg kita bayangkan.. Banyak hal2 yg harus diperhatikan.. Tapi yang paling mendasar dan utama adalah keinginan dari dalam diri orang tersebut... Dorongan dalam diri kita bisa menjadi sebuah motivasi yg luar biasa untuk mengembangkan karir dan bisnis kita ke depan.. Selain itu, pengetahuan tentang dunia bisnis juga sangat penting.. Kita harus tahu tentang strategi manajemen yg baik, penguasaan pasar, jaringan usaha, serta kemampuan berkomunikasi yg baik..
Nah, kendala yg paling sering dihadapi adalah modal.. Banyak orang berkata tidak bisa membuka sebuah bisnis krn kurangnya modal.. Selain itu, para lulusan yg masih segar kebanyakan hanya diberikan pendidikan secara teori dan kurang memahami praktek yg sebenarnya di lapangan..
Lalu bagaimana solusinya?
Campur tangan pemerintah di sini pastinya akan sangat membantu sekali terutama bagi para lulusan yg baru meraih gelarnya itu.. Pemerintah bisa menerapkan pendidikan enterpreneurship itu sendiri di sekolah2 dan perguruan tinggi.. Dengan mengetahui dasar2 dari enterpreneurship, tentu saja sedikit banyak akan memberikan gambaran bagi para terdidik..
Setelah pendidikan dasar diberikan, pemerintah bisa mengajak para terdidik untuk melakukan praktek langsung di lapangan.. Misalnya dengan memberikan sejumlah anggaran untuk dijadikan modal untuk para terdidik membuka suatu usaha.. Dalam jangka waktu tertentu, uang tersebut harus dilipatgandakan menjadi beberpa kali.. Dan modal pertama yang dipinjamkan tersebut bisa dikembalikan lagi ke pihak pemerintah untuk diteruskan ke adik2 tingkat.. Dalam jangka waktu itu para terdidik juga bisa diminta untuk melaporkan data penjualan sehingga ada pemantauan secara berkala.. Nah, setelah periode pelatihan tsb berakhir, para terdidik sudah bisa melanjutkan dan mengembangkan bisnisnya tsb bukan?? Marilah berharap kampus kita tercinta bisa menerapkannya.. ^^








